Pemerintah Berencana Menaikkan Bea Meterai Menjadi Rp 10.000

Pemerintah mengajukan rancangan undang-undang (UU) bea meterai kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik (DPR) Indonesia tentang perubahan tarif bea meterai menjadi Rp10.000. Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Yon Arsal, mengatakan rencana perubahan tarif bea meterai itu bakal masuk program legislasi nasional tahun 2020.

Yon menambahkan saat ini, pemerintah masih membahas revisi UU ini bersama DPR. Revisi ini dinilai penting karena UU bea meterai merupakan aturan lama yang sudah harus dievaluasi. Selain itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan UU bea materai saat ini sudah tidak bisa lagi menjadi patokan karena kondisi perekonomian yang telah berubah. Oleh karena itu, revisi ini perlu dilakukan agar mengikuti kondisi perekonomian saat ini.

Peningkatan tarif ini juga merupakan penyederhanaan tarif bea meterai dari dua tarif, Rp3.000 dan Rp6.000, menjadi satu tarif. Bea meterai telah ditetapkan sejak tahun 1985. Pada tahun 1985, tarif bea meterai adalah sebesar Rp500 dan Rp1.000. Sesuai undang-undang yang berlaku, peningkatan maksimal tarif dibatasi 6 kali lipat dari tarif awal.

Pada tahun 2000, tarif bea meterai dimaksimalkan menjadi Rp3.000 dan Rp6.000. Hingga saat ini, kenaikan tarif bea meterai sudah mencapai tarif maksimal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

 

Sumber : https://legalcentric.com/content/view/145052

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Mineral
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Mineral

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *