Karyawan Kantoran : Amnesti Pajak atau Pembetulan SPT?

Amnesti Pajak atau Pengampunan Pajak adalah Penghapusan pajak yang seharusnyaterutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan. Wajib Pajak cukup membayar 2% saja apabila mengungkapkan harta yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT PPh) di dalam wilayah Indonesia atau repatriasi(memasukan harta dari luar negeri)  sebelum 1 Oktober 2016, 3% sebelum 1 Januari 2017 dan 5% sebelum 1 April 2017. Sedangkan untuk deklarasi harta di luar negeri dengan tarif 2 kali lipat dari repatriasi. Bagi pengusaha UKM yang beromset 4,8 Miliar setahun yang mengungkapkan hartanya hingga 10 milyar hanya membayar tebusan 0,5% dan 2% saja bagi yang hartanya lebih dari 10 milyar.

Periode pertama program amnesti pajak baru saja berlalu. Selama periode amnesti Juli – September 2016, jumlah wajib pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan Harta adalah 405.405 WP dengan uang tebusan yang diterima Rp93,49 triliun dan deklarasi harta Rp3.826,81 triliun. Dari jumlah tebusan tersebut, mayoritas berasal dari wajib pajak orang perorangan yang jumlahnya 321.893, dengan jumlah tebusan Rp83 triliun (88,78 persen) dan deklarasi harta Rp3.322,26 triliun. Sementara wajib pajak badan sebanyak 83.512 dengan jumlah tebusan Rp10,49 triliun (11,22 persen) dan deklarasi harta Rp504,55 triliun. Capaian amnesti pajak di atas cukup membanggakan dan dinilai oleh banyak pihak sebagai sebuah keberhasilan. Namun sampai saat ini masih banyak wajib pajak khususnya orang pribadi yang bertanya-tanya apakah saya perlu mengikuti amnesti pajak?

Kebetulan saya adalah karyawan kantoran dimana lingkungan saya tinggal atau bersosialisasi kebanyakan juga adalah karyawan kantoran, dimana setiap tahun kita memang telah dipotong pajak oleh kantor dimana kita bekerja dan setiap tahun di bulan Maret kita tidak pernah absen melaporkan pajak tahunan kita yang kebanyakan kita laporkan dengan SPT Nihil, karena memang pajak kita sudah dipotong.

Dari sekian banyak karyawan kantoran yang setiap tahun rajin melaporkan pajaknya, tidak sedikit juga yang hanya sekedar melaporkan tanpa menambahkan informasi Harta atau penambahan harta yang dimiliki. Sehingga timbul lagi pertanyaan, apakah saya perlu mengikuti amnesti pajak? Saya belum pernah melaporkan rumah saya, atau mobil, apartemen, deposito, tabungan, dan lain-lain.

Amnesti pajak sebenarnya diperuntukkan untuk perolehan harta yang atas penghasilannya belum pernah dilaporkan pajaknya. Apabila seorang karyawan telah melaporkan penghasilannya, dan hartanya belum di laporkan, sebaiknya karyawan tersebut melakukan Pembetulan SPT saja. Namun, apabila atas harta yang belum dilaporkan tersebut diperolehdari penghasilan karyawan yang belum dilaporkan pada laporan pajak tahunan, maka karyawan tersebut sebaiknya memanfaatkan program Amnesti Pajak. Tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah kita tidak bisa melakukan Pembetulan SPT dan juga mengikuti program Amnesti pajak secara bersama-sama. Kita harus memilih salah satu, mengikuti Amnesti Pajak atau Pembetulan SPT.

Sumber :

  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016
  • Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2016
  • https://m.tempo.co/read/news/2016/10/14/087812381
Permohonan Penggunaan Tarif Pajak Penghasilan Final
Permohonan Penggunaan Tarif Pajak Penghasilan Final

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *